iPod dan Broadcasting. Dua kata itu selalu disebut-sebut sebagai kata
pembentuk istilah podcasting meskipun masih sering dipersoalkan karena
terkait dengan produk alat pemutar iPod keluaran Apple. Yang sering
dipermasalahkan oleh mereka yang keberatan dengan istilah podcasting ini
adalah karena sering terjadi kesalahpahaman seolah podcasting hanya untuk
mereka yang memiliki iPod, sementara alat pemutar mp3 di luar produk
buatan Apple itu kini banyak diproduksi.
Karena itu paling awal sekali perlu dijelaskan bahwa meski nama podcasting
berasal dari kata iPod dan broadcasting, tetapi podcasting tidak selalu harus
berhubungan dengan iPod. Alat pemutar mp3 jenis apapun bisa digunakan
untuk mendengarkan podcast, bahkan tanpa harus memiliki mp3 player
sekalipun podcast bisa didengarkan di komputer, di burn ke CD atau ke alat
lain yang bisa memutar file audio mp3.
Kesalah pahaman lain yang sering muncul adalah kerancuan istilah antara
podcast dan podcasting yang sebenarnya bisa dijelaskan dengan sederhana
saja. Podcasting adalah kegiatannya, sementara podcast adalah produknya.
Jadi apakah yang disebut sebagai proses podcasting itu?
1. Bayangkan sebuah file audio (biasanya file berformat mp3) yang berisikan
sebuah program acara (bukan program komputer) seperti layaknya
sebuah program acara di radio siaran.
2. File tersebut disimpan di sebuah server di internet yang bisa didownload
dan didengarkan oleh siapapun yang memiliki akses ke internet.
3. Bahkan pendengar kemudian bisa 'berlangganan' file audio itu secara
berkala dengan bantuan teknlogi yang disebut RSS.
Tidak ada yang aneh dengan podcast, bukan? Bahkan bisa jadi anda akan
berkata "Oh, gitu aja toh. Kirain apaan?". Ya, memang cuma begitu saja.
Namun yang 'gitu aja' itulah yang akan kita dalami lebih lanjut. Anda yang
mudah 'keder' dengan segala hal berbau teknis, jangan terburu mundur
karena podcasting sebenarnya lebih melibatkan unsur kreatif ketimbang
No comments:
Post a Comment